headline photo
Showing posts with label Editor. Show all posts
Showing posts with label Editor. Show all posts

5 Cara Memilih Topik Blog

Friday, 9 May 2014

Membangun blog yang sukses membutuhkan komitmen waktu dan tenaga.
Ikuti lima tips berikut saat memilih topik suatu blog untuk memperbesar peluang sukses Anda.
1. Pilih Topik yang Menjadi Gairah Anda
Salah satu ciri blog sukses adalah di-up date secara teratur (hingga beberapa kali sehari).
Agar sukses, konten blog harus dijaga tetap ‘fresh’ sehingga Anda perlu konsisten membuat tulisan.
Itu sebab, pastikan Anda memilih topik yang menjadi minat dan gairah Anda.
Ketertarikan pada suatu topik akan membuat Anda tidak cepat jenuh pada rutinitas mengelola blog.
2. Pilih Topik yang Anda Suka Mendiskusikan dengan Orang Lain
Blog yang sukses memerlukan percakapan dua arah antara Anda (blogger) dan audiens Anda (pembaca blog).
Saat pembaca meninggalkan komentar di blog atau mengirim email untuk mendiskusikan suatu posting, Anda harus responsif dan reseptif terhadap mereka.
Kesuksesan jangka panjang blog akan tergantung pada hubungan antara blogger dengan pembaca
3. Pilih Topik yang Anda Tidak Keberatan Berdebat dengan Orang Lain
Blogoshpere terdiri dari orang-orang dari semua lapisan masyarakat dengan berbagai pendapat.
Seiring meningkatnya popularitas blog, semakin banyak orang yang akan menemukan dan membacanya.
Sebagian dari oang-orang tersebut mungkin tidak setuju dengan semua yang Anda tulis.
Blogger sukses menikmati berdiskusi dan berdebat asal masih disertai sikap menghargai perbedaan pendapat.
4. Pilih Topik yang Anda Tidak Merasa Terlalu Sensitif
Seiring perkembangan blog dan tumbuhnya pembaca, sebagian orang mungkin tidak hanya tidak setuju tetapi bahkan menyerang Anda secara pribadi.
Anda perlu memiliki keberanian serta kelapangan dada menghadapi kemungkinan serangan atau ketidaksetujuan yang ekstrim.
5. Pilih Topik yang Anda Menikmati Melakukan Riset
Blogosphere terus berubah dan salah satu aspek paling unik dari blog adalah kemampuannya menyediakan konten segar dan aktual tentang berbagai topik.
Agar blog menjadi sukses, Anda perlu menikmati membaca atau melakukan riset atas suatu topik yang Anda pilih agar isi blog selalu aktual dan relevan.[]

Sejarah Dan Penemu Printer (Alat Pencetak)

Thursday, 3 April 2014

Printer (Pencetak) adalah alat yang menampilkan data dalam bentuk cetakan, baik berupa teks maupun gambar/grafik, di atas kertas. Pencetak biasanya terbagi atas beberapa bagian, yaitu penggetil picker sebagai alat mengambil kertas dari baki . Baki ialah tempat menaruh kertas. Tinta atau tinta bubuk toner adalah alat pencetak sesungguhnya, karena ada sesuatu yang disebut tinta atau tinta bubuk yang digunakan untuk menulis/mencetak pada kertas. Perbedaan tinta bubuk dan tinta ialah perbedaan sistem; tinta bubuk atau laser butuh pemanasan, sedangkan tinta atau sembur tinta tak butuh pemanasan, hanya pembersihan pada hulu pencetak (print-head) tersebut. mencetak di atas kertas, kain, kaca, film putih, ebonit, dll. Ada pula kabel lentur untuk pengiriman sinyal dari pengolah pencetak ke tinta atau tinta bubuk. Kabel ini tipis dan lentur, namun kuat. Pada bagian belakang pencetak biasanya ada colokan sejajar atau USB untuk penghubung ke komputer.

Teknik cetak mencetak sudah dilaksanakan secara sederhana di Cina pada abad ke-14. Inovasi orang-orang Cina telah berhasil menciptakan tinta dan block printing yang berpengaruh besar terhadap tradisi tulisan. Tetapi perkembangan teknik cetak di Cina tidak sehebat dengan perkembangan yang terjadi di Eropa. Hal ini terjadi disebabkan alfabet Cina memiliki ribuan ideogram spesifik, yang sangat sukar jika diterapkan di mesin tik. Akibatnya, hampir tidak ada perubahan yang berarti dalam hal efisiensi produksi di Cina sebagaimana yang terjadi di Eropa.

Di awal tahun 1950-an, terjadi perkembangan budaya yang sangat pesat di Eropa yang menimbulkan kebutuhan akan proses produksi dokumen tulisan yang cepat dan murah. Adalah Johannes Guternberg, seorang tukang emas dan usahawan asal Jerman, yang berhasil mengembangkan teknologi mesin cetak yang telah mengubah tehnik mencetak secara revolusioner. Percetakan sendiri mungkin merupakan penemuan yang paling penting pada millennium lalu, walaupun dampak yang ditimbulkannya pada perekonomian global tidak terlalu besar. Penemuan mesin cetak ini memungkinkan Alkitab jadi buku pertama yang diproduksi secara massal.

Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg (sekitar 1398 - 3 Februari 1468) adalah seorang pandai logam dan pencipta berkebangsaan Jerman yang memperoleh ketenaran berkat sumbangannya di bidang teknologi percetakan pada tahun 1450-an, termasuk aloy logam huruf (type metal) dan tinta berbasis-minyak, cetakan untuk mencetak huruf secara tepat, dan sejenis mesin cetak baru yang berdasarkan pencetak yang digunakan dalam membuat anggur.

Fungsi Jurnal by: http://pelita-informatika.com

Friday, 28 March 2014











1. Registrasi, pendaftaran terhadap adanya penemuan baru.

2. Diseminasi, penyebarluasan hasil penemuan baru tersebut.

3. Arsip, membentuk koleksi dari penemuan penemuan yang ada.

4. Sertifikasi, yaitu mendapatkan pengakuan dari the

5. Royal Society setelah sebelumnya ditelaah dulu oleh para

 anggota the Royal Society dari bidang yang sama

 

CONTOH WEB jurnal : http://pelita-informatika.com/

 

Definisi Editor dan Tugas-tugasnya

Tugas-tugas editor:

Ada 3 (tiga) tugas utama dari seorang editor: mencari, memperbaiki dan menerbitkan naskah atau tulisan atau gambar.
Editor beroperasi sebagai penerbit, artinya editor harus terlibat dalam semua aspek
Editor dalam media apapun sama, cuma tergantung dia masuk ke jenisnya apa, #JobDeskEditor
Jenjang karir editor ada 5 (lima) macam: Copy Editor, Editor, Senior Editor, Managing Editor, Chief Editor.
Copy Editor hanya memiliki kewenangan terhadap teknis suatu penulisan naskah, misal kesalahan ejaan, bahasa, fakta, data, dan lain-lain,
Editor adalah seseorang yang melakukan penyuntingan seperti Editor Film, Editor Suara, Redaktur (Editor Tulisan),
Editor Senior memainkan peran banyak kunci untuk memastikan bahwa publikasi kualitas tertinggi diciptakan. Senior editor bertanggung jawab untuk administrasi, menulis, merancang dan distribusi.
Managing Editor adalah Seorang redaktur pelaksana adalah anggota senior dari tim manajemen sebuah publikasi.
Editor-in-chief (Kepala Redaksi) adalah kepala utama publikasi ini, memiliki tanggung jawab akhir untuk semua operasi dan kebijakan. Dia memimpin semua departemen organisasi. Selain itu, editor-in-chief yang bertanggung jawab untuk mendelegasikan tugas kepada anggota staf serta menjaga dengan waktu yang dibutuhkan mereka untuk menyelesaikan tugas mereka. Istilah ini umumnya diterapkan untuk koran, majalah, buku tahunan, dan program berita televisi. Istilah ini juga diterapkan pada jurnal akademik, di mana editor-in-chief akhirnya memutuskan apakah naskah diserahkan akan diterbitkan dalam jurnal. Keputusan ini dibuat oleh redaksi-setelah mencari masukan dari reviewer dipilih atas dasar keahlian yang relevan.  
Tanggung jawab khas editor-in-chief mencakup:
- Palang pengecekan fakta, ejaan, tata bahasa, menulis halaman gaya desain, dan foto;
     Menolak tulisan yang tampaknya menjiplak, hantu-ditulis oleh editor lainnya sub-, atau diterbitkan sebelumnya di tempat lain;
     Mengedit konten tersebut;
     Berkontribusi potongan editorial;
     Memotivasi dan mengembangkan staf editorial;
     Memastikan draft akhir selesai dan daerah tidak kosong;
     Penanganan keluhan pembaca dan mengambil tanggung jawab untuk masalah yang dihasilkan, dan
     Untuk buku-buku atau jurnal, silang kutipan dan memeriksa referensi.
Tugas editor adalah mencari penulis
Tugas:
  • Meminta penulis mengirimkan tulisan tentang kreasi atau pemikiran-pemikiran mereka,
  • Memperbaiki tulisan penulis agar pembaca bias mengerti apa yang mau disampaikan penulis,
  • Mengedit naskah yang telah diubah sesuai dengan bahasa EYD (Ejaan Yang Disesuaikan) ataupun     bahasa yang sesuai dengan standarisasi penerbit,
  • Setelah pengeditan naskah selesai, memasukan semua foto atau gambar serta naskah yang sudah di edit kebagian design grafis ( atau biasa disebut SETTER ). Setter bertugas membuat “Layout”,  
  • Lalu mengirimkan naskah yg sudah di layout tersebut kepada penulis, karena biasanya ada perubahan-perubahan redaksional dari penulis,
  • Ketika penulis approve atau setuju dengan layout dan redaksionalnya. Maka naskah tersebut dikirim kembali ke “REPDEL” (Pimpinan Redaksi) untuk approval tata bahasannya,
  • Setelah approve hasil layout akan masuk ke dalam bagian produksi, untuk dibuat sparasi filmnya, \
  •  Setelah selesai editor harus memastikan film-film tersebut tidak blur atau sudah siap cetak,
  •  Setelah selesai film tersebut diberikan kebagian “Percetakan”
  •  Tugas terpentingnya adalah mengedit tulisan sesuai dengan tata bahasa yang digunakan Penerbit,
  •  Membiarkan penulis menulis sesuai dengan ideology atau pemikiran masing-masing,
  •  Lalu memastikan bahwa tulisan penulis tidak menyangkut SARA atau apapun yang dapat merugikan Penerbit,
  •  Serta mengkoordinasikan tulisan penulis kepada pimpinan redaksi penerbit apabila tulisan tersebut sedikit controversial, karena tidak menutup kemungkinan tulisan tersebut akan tetap dibukukan untuk kepentingan komersil.

Proteksi DMCA