headline photo

Tips Internet: Mengenal Apa itu IP Address & IP Locator

Friday, 9 May 2014

Sebagian besar orang meyakini bahwa mereka bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan ketika online.
Mereka menganggap tidak akan ada yang tahu mengenai identitas dan dimana mereka berada.
Hal ini membuat mereka berpikir untuk melakukan sesuatu yang bisa mengelabui orang lain.
Misalnya, membuat email jahat tentang tawaran pekerjaan palsu, yang biasa dikenal sebagai scam, yang disebarkan ke masyarakat.
Tidak peduli seberapa anonimnya yang mereka pikir, tapi ada satu cara untuk mengetahui lokasi dimana mereka berada yaitu dengan mengecek IP address yang mereka gunakan.

Apa sih sebenarnya IP address itu?

        

IP address adalah label numerik yang diberikan pada perangkat baik komputer maupun printer yang berpartisipasi dalam jaringan yang menggunakan IP atau koneksi internet.
Jadi, semua aktivitas yang dilakukan baik itu sumbernya maupun alamat pengirimannya akan bisa diketahui, kecuali mereka telah menemukan cara untuk menyembunyikan IP address mereka.

Mengapa Anda memerlukan sebuah IP locator?

Ada satu contoh menarik tentang hal ini. Katakanlah Anda melamar beberapa pekerjaan via online dan mendapatkan email balasan dari perusahaan yang mengaku dari Eropa.
Anda merasa ini suatu hal yang hampir mustahil. Dengan menggunakan IP locator, Anda dapat memeriksa apakah email ini memang benar berasal dari Eropa atau tempat lain.
IP locator akan berguna untuk mengecek darimana IP address ini berasal. Jadi ini bisa melindungi Anda agar tidak tertipu oleh scam yang Anda terima.[]

Tips Anti Spyware: Ketahui 7 Jenis Spyware

Spyware merupakan perangkat lunak (software) yang digunakan untuk memata-matai aktivitas seorang pengguna komputer tanpa sepengetahuannya.

Tidak semua spyware berbahaya, tidak pula semua spyware digunakan untuk tujuan ilegal.
Contohnya, spyware yang digunakan oleh atasan untuk memantau aktivitas pekerjanya, orang tua yang memantau aktivitas internet anaknya, dan penegak hukum untuk menangkap para kriminal.
Menurut laporan ParetoLogic, Inc, terdapat lebih dari selusin jenis spyware yang berbeda.
Berikut adalah beberapa jenis diantaranya.
1. Keylogger

Keylogger mampu merekam setiap pijitan keyboard dan meneruskan informasi ini ke pembuat spyware tanpa sepengetahuan pemilik komputer.
Cara ini digunakan untuk mencuri password, memperoleh informasi keuangan, mempelajari email apa yang sedang dikirim, dan sejenisnya.
Saat ini, pembuat keylogger dianggap sebagai perusaahaan ilegal karena produk mereka rawan digunakan untuk praktik penipuan.
2. Adware
Adware digunakan untuk menampilkan iklan yang tidak diinginkan seperti pop-up yang memperlambat loading internet.
Iklan-iklan tersebut umum digunakan sebagai sarana riset pasar untuk mengumpulkan data.
3. Browser Helper Objects (BHO)
BHO umum digunakan oleh para pembuat web browser seperti Internet Explorer, Firefox, atau Chrome.
Lazimnya BHO tidak berbahaya, namun tetap memiliki kemampuan mengumpulkan data pribadi dan tampilan iklan.
4. Browser Hijackers
Hijackers mengubah setting homa page, error pages, search pages, dan bookmarks.
Menurut spam-site.com, browser hijackers bisa digunakan untuk mencuri informasi pengguna.
5. Downloaders
Downloaders menyebabkan komputer mendownload program secara tersembunyi termasuk mendownload virus dan worm yang akan membahayakan komputer.
6. Eksploit
Exploit mampu mengeksploitasi kelemahan pada web browser seperti Internet Explorer untuk mengakses komputer pengguna dari jarak jauh.
7. Remote Administration Tools (RAT)
RAT memungkinkan penyusup memperoleh akses ke PC untuk mengumpulkan data, menghapus file, memformat hard drive, meng-upload, bahkan melakukan restart dan shutdown


sumber:http://www.amazine.co/13365/tips-anti-spyware-ketahui-7-jenis-spyware/

Apa Perbedaan antara http dengan https?

Hypertext Transfer Protocol (http) adalah sistem untuk transmisi dan menerima informasi di internet.
Http memungkinkan informasi di internet dapat dengan cepat, mudah, dan akurat disebarluaskan antara server sebagai menyimpan informasi dengan klien yang mengakses informasi tersebut.
Http umumnya digunakan untuk mengakses halaman html, tetapi sumber lain juga bisa memanfaatkan http.

Dalam banyak kasus, klien bertukar informasi rahasia dengan server sehingga perlu diamankan untuk mencegah akses oleh pihak yang tidak sah.
Untuk alasan ini, https, atau secure http dikembangkan oleh Netscape untuk memungkinkan pengguna atau perusahaan melakukan transaksi dengan aman.
Dalam banyak hal, https mirip dengan http karena mengikuti protokol dasar yang sama.
Klien http atau https, seperti web browser melakukan koneksi ke server pada port standar.
Ketika menerima request, server menampilkan status dan pesan yang antara lain berisi informasi yang diminta atau menunjukkan kesalahan jika bagian dari proses tidak berfungsi.

Http dan https menggunakan skema Uniform Resource Identifier (URI) yang sama sehingga sumber daya dapat secara universal diidentifikasi.
Diantara kesamaan, terdapat beberapa perbedaan utama antara http dan https seperti port default 80 untuk http dan 443 untuk https.
Https bekerja dengan mentransmisikan interaksi normal http melalui sistem terenkripsi, sehingga secara teori, informasi tidak dapat diakses oleh pihak lain selain klien dan server.
Terdapat dua jenis enkripsi: Transport Layer Security (TLS) dan Secure Socket Layer (SSL) yang bekerja dengan menyandikan data yang dipertukarkan.
Saat menggunakan koneksi https, server merespon koneksi awal dengan menunjukkan daftar metode enkripsi yang didukungnya.
Sebagai tanggapan, klien memilih metode sambungan. Selanjutnya, klien dan server bertukar data untuk otentikasi identitas.
Selanjutnya, klien dan server lantas bertukar informasi yang dienkripsi setelah memastikan keduanya menggunakan kunci yang sama.
Untuk host koneksi https, server harus memiliki public key certificate yang berisi informasi kunci.
Sertifikat kebanyakan diverifikasi oleh pihak ketiga sehingga klien yakin bahwa ‘key’ nya adalah aman.
Https digunakan dalam banyak situasi, seperti log-in untuk situs perbankan, formulir, log-on perusahaan, dan aplikasi lainnya dimana data harus dipastikan aman.[]

Bagaimana cara kerja & fungsi firewall?

 



Sebuah firewall dapat berupa perangkat lunak (program komputer atau aplikasi) atau perangkat keras (komputer khusus yang menjalankan program firewall) yang berfungsi menyaring lalu lintas jaringan komputer dan internet.
Perlindungan firewall diperlukan terutama untuk komputer yang terhubung dengan koneksi internet.
Firewall meningkatkan keamanan jaringan komputer dengan memberikan informasi rinci mengenai pola lalu lintas jaringan.
Firewall sangat diperlukan sebagai gerbang keamanan antara jaringan internal yang relatif aman dengan jaringan luar (internet) yang rawan.

Cara Kerja Firewall
- Semua komunikasi jaringan melewati firewall
- Hanya lalu lintas data dari jaringan terpercaya yang diperbolehkan lewat oleh firewall
- Firewall memiliki kemampuan melindungi komputer dari serangan berbahaya yang berasal dari internet

Fungsi Firewall
Komputer memiliki ribuan port yang dapat diakses untuk berbagai keperluan.
Firewall komputer bertugas menutup port-port tersebut kecuali beberapa port yang perlu tetap terbuka.
Firewall di komputer bertindak sebagai garis pertahanan pertama dalam mencegah semua jenis hacking.
Hacker umumnya bekerja dengan berusaha menembus ke dalam jaringan komputer melalui port yang terbuka.
Selain itu, terdapat pula berbagai kegunaan lain dari firewall sebagai berikut:
☛ Firewall berguna menjaga informasi rahasia dan berharga agar tidak keluar tanpa diketahui oleh pengguna.
Sebagai contoh, lalu lintas FTP (File Transfer Protocol) jaringan komputer suatu organisasi umumnya dikendalikan oleh firewall.
Hal ini dilakukan untuk mencegah pengguna di jaringan mengirim file rahasia baik secara sengaja atau tidak sengaja kepada pihak lain.
☛ Filter firewall juga digunakan untuk mencegah lalu lintas tertentu mengalir ke subnet jaringan.
Hal ini berguna untuk mencegah pengguna dari berbagi musik dan bermain game di jaringan. Aplikasi jenis ini berguna terutama di sektor korporasi.
☛ Kegunaan penting lain dari firewall adalah untuk memodifikasi paket data yang datang melalui firewall.
Proses ini disebut Network Address Translation (NAT). Ada jenis NAT yang disebut sebagai basic NAT di mana private IP (Internet Protocol) address suatu jaringan komputer disembunyikan di balik satu IP address.
Proses ini disebut sebagai IP masquerading yang membantu pengguna dalam sebuah jaringan yang terdiri dari sistem tanpa public IP address untuk mengakses Internet.
☛ Akurasi data seperti informasi keuangan, spesifikasi produk, harga produk sangat penting untuk kelangsungan setiap bisnis.
Jika informasi tersebut diubah oleh sumber eksternal, hal ini dapat mengakibatkan runtuhnya bisnis perusahaan. Firewall mencegah modifikasi data situs web oleh pihak tak berwenang.

Perkembangan Firewall
Teknologi firewall saat ini telah sangat canggih. Sebelumnya, firewall bekerja dengan menyaring lalu lintas jaringan menggunakan IP address, nomor port, dan protokol. Namun saat ini firewall dapat menyaring data dengan mengidentifikasi konten secara langsung.
Dengan bantuan firewall, informasi sensitif dapat dicegah tersebar ke pihak luar. Firewall merupakan aset berharga untuk sebuah organisasi sehingga harus dikonfigurasi secara benar.[]

Sumber :http://www.amazine.co/194/bagaimana-cara-kerja-fungsi-firewall/

Apa definisi & kelebihan cloud computing?

Internet telah mengubah cara kita berkomunikasi dan membawa pergeseran paradigma dalam perjalanan informasi di seluruh dunia.
Di masa lalu, sifat internet terutama hanya sebagai gudang informasi atau perpustakaan raksasa dengan akses yang terbuka untuk global.
Saat ini, internet telah beranjak ke level berikutnya melalui apa yang disebut sebagai cloud computing (komputasi awan).

Apa itu Cloud Computing?
Cloud computing mengacu pada tersedianya semua sumber daya komputasi melalui media internet.
Sebuah komputer atau perangkat selular yang terhubung ke jaringan cloud computing (komputasi awan) akan memiliki semua data dan program pada hosting yang bisa terhubung setiap saat serta di manapun dengan pengguna.
Artinya, pengguna cloud computing dapat terhubung dengan data dan program yang mereka miliki asal memiliki koneksi internet.
Alih-alih menginstal program atau menyimpan data di komputer sendiri, Anda dapat mengakses program yang sama sebagai aplikasi layanan web yang dapat diakses melalui web browser.
Jadi, setiap pengguna mengakses dan menyimpan data mereka pada server cloud computing.
Cloud computing memberi pengguna kebebasan untuk mengakses pekerjaan mereka dari manapun asal masih terhubung dengan internet.
Cloud computing menjadi mungkin seiring peningkatan kecepatan konektivitas internet.
Google adalah salah satu pemain utama dalam bisnis cloud computing dan secara agresif mempromosikan konsep ini di seluruh dunia.

Kelebihan Cloud Computing
Cloud computing memiliki prospek yang bagus terutama saat ditinjau dari manfaat ekonomisnya.
Alih-alih membeli perangkat lunak yang mahal, perusahaan dapat menghemat biaya dengan memilih layanan cloud computing sebagai gantinya.
Itu sebab, cloud computing merupakan evolusi komputasi dan internet yang potensinya bisa dimanfaatkan untuk tidak hanya berbagi informasi tetapi juga jasa.
Semua pembagian sumber daya dalam cloud computing menjadi mungkin melalui konsep ‘Application Programming Interface’ atau API yang membuat interaksi antara program komputer dari platform yang berbeda menjadi mungkin.
Salah satu contoh aplikasi cloud computing adalah fitur Google Documents. Cloud computing akan mengoptimalkan penggunaan sumber daya.
Banyak perusahaan yang lebih memilih solusi cloud computing karena mengurangi biaya dan menyediakan solusi komputasi paling optimal.[]

5 Cara Memilih Topik Blog

Membangun blog yang sukses membutuhkan komitmen waktu dan tenaga.
Ikuti lima tips berikut saat memilih topik suatu blog untuk memperbesar peluang sukses Anda.
1. Pilih Topik yang Menjadi Gairah Anda
Salah satu ciri blog sukses adalah di-up date secara teratur (hingga beberapa kali sehari).
Agar sukses, konten blog harus dijaga tetap ‘fresh’ sehingga Anda perlu konsisten membuat tulisan.
Itu sebab, pastikan Anda memilih topik yang menjadi minat dan gairah Anda.
Ketertarikan pada suatu topik akan membuat Anda tidak cepat jenuh pada rutinitas mengelola blog.
2. Pilih Topik yang Anda Suka Mendiskusikan dengan Orang Lain
Blog yang sukses memerlukan percakapan dua arah antara Anda (blogger) dan audiens Anda (pembaca blog).
Saat pembaca meninggalkan komentar di blog atau mengirim email untuk mendiskusikan suatu posting, Anda harus responsif dan reseptif terhadap mereka.
Kesuksesan jangka panjang blog akan tergantung pada hubungan antara blogger dengan pembaca
3. Pilih Topik yang Anda Tidak Keberatan Berdebat dengan Orang Lain
Blogoshpere terdiri dari orang-orang dari semua lapisan masyarakat dengan berbagai pendapat.
Seiring meningkatnya popularitas blog, semakin banyak orang yang akan menemukan dan membacanya.
Sebagian dari oang-orang tersebut mungkin tidak setuju dengan semua yang Anda tulis.
Blogger sukses menikmati berdiskusi dan berdebat asal masih disertai sikap menghargai perbedaan pendapat.
4. Pilih Topik yang Anda Tidak Merasa Terlalu Sensitif
Seiring perkembangan blog dan tumbuhnya pembaca, sebagian orang mungkin tidak hanya tidak setuju tetapi bahkan menyerang Anda secara pribadi.
Anda perlu memiliki keberanian serta kelapangan dada menghadapi kemungkinan serangan atau ketidaksetujuan yang ekstrim.
5. Pilih Topik yang Anda Menikmati Melakukan Riset
Blogosphere terus berubah dan salah satu aspek paling unik dari blog adalah kemampuannya menyediakan konten segar dan aktual tentang berbagai topik.
Agar blog menjadi sukses, Anda perlu menikmati membaca atau melakukan riset atas suatu topik yang Anda pilih agar isi blog selalu aktual dan relevan.[]

Asal Mula TUAK

Thursday, 8 May 2014

(Artikel ini sudah diterbitkan pada edisi sebelumnya. Namun karena adanya instruksi untuk          menutup Lapo Tuak di Tapanuli Utara, atas permintaan sejumlah pembaca, artikel ini diterbikan kembali. Redaksi) 

Dari sekian banyak legende atau cerita rakyat Batak Toba, salah satu diantaranya yang cukup menarik adalah cerita tentang asal muasal minuman "tuak bagot", yakni tuak yang bersumber dari pohon enau. Tulisan ini diterjemahkan/disunting dari tulisan Friemar di surat kabar keliling Imanuel tanggal 19 November 1919. Mungkin ada manfaatnya di dongengkan untuk pengantar anak menjelang tidur.

Menurut cerita, tuak bagot lebih dulu ada dari tuak kelapa. Rasanya pun tidaklah sama. Kalau tuak kelapa rasanya lebih manis dan kadar alkoholnya lebih tinggi dibanding tuak bagot. Sedang tuak bagot bagot rasanya agak asam, kadar alkoholnya lebih rendah. Kebanyakan kedai tuak lebih suka menjual tuak bagot, karena peminatnya juga lebih banyak. Selain itu tuak bagot juga dianggap mujur untuk memperlancar air susu ibu yang baru melahirkan. Itu sebabnya ibu yang baru melahirkan terutama di desa selalu dianjurkan minum tuak, agar "tarusnya" deras sehingga bayinya tidak merasa kekurangan minum.

Mungkin pula bisa dipercaya bisa tidak, hal itu ada hubungannya dengan kisah terjadinya tuak bagot, konon bermula dari airmata seorang gadis rupawan yang mengorbankan dirinya menjelma menjadi sebatang pohon enau (bagot) untuk membebaskan ayahnya dari belenggu hutang. Syahdan, dahulu kala di sebuah perkampungan di pinggiran Danau Toba tersebutlah seorang anak lelaki tua hidup berdua dengan anak gadisnya yang berwajah rupawan (cantik). Lelaki tua itu bernama Jalotua, dan anak gadisnya bernama Pitta Bargot Nauli. Ada pun Jalotua sudah lama menduda sejak kematian isterinya tatkala Pitta Bargot berusia dua tahun. Hidup mereka sangatlah sengsara karena kemiskinan. Kalaupun mereka mengusahai secuil tanah, itu hanya dapat menghidupi mereka untuk jangka waktu tidak lama.



Kesusahan bagi Jalotua dan anak gadisnya datang silih berganti. Apalagi ketika suatu ketika si Pitta Bargot jatuh sakit, bertambahlah kesusahan hati lelaki itu. sudah hidup sulit, datang lagi penyakit menimpa anak tercinta. Pikir punya pikir, akhirnya Jalotua pergi menjumpai orang kaya di kampung itu minta pinjaman uang untuk biaya mengobati anaknya. Tentu saja Jalotua tidak mempunyai borg (jaminan) kecuali sebidang tanah yang mereka usahai selama ini.



Suatu malam, Pitta Bargot berkata pada ayahnya: "Hidup kita terus menerus susah. Aku pikir kita perlu mengadakan suatu acara margondang sambil berdoa kepada Mulajadi Nabolon, siapa tahu nasib kita bisa berobah".

Tapi ayahnya menjawab: "Bagaimanalah mungkin itu boru, biaya untuk margondang itu cukup besar, apa daya kita. Kalau kita mau pinjam uang pun apa jaminannya nanti, sedang untuk makan pun kita sulit".



Mendengar ucapan ayahnya itu, Pitta Bargot berkata : "Kalau itu persoalannya, aku bersedia amang berikan sebagai jaminan. Mungkin orang kaya itu mau memberikan uangnya kita pinjam. Mulanya Jalotua tak tega menuruti usul putrinya itu, tapi karena Pitta Bargot mendesak, akhirnya jadi juga anak gadisnya itu ditawarkan kepada orang kaya itu untuk dijadikan "barang" jaminan.



Kemudian berangkatlah keduanya ke rumah orang kaya tersebut. Setelah hal itu diberitahu, si orang kaya ternyata setuju memberikan pinjaman dengan Pitta Bargot sebagai jaminan. Orang kaya itu berpikir, kalau pun nanti Jalotua tidak mampu mengembalikan uang pinjamannya maka sesuai dengan perjanjian, si Pitta Bargot yang cantik itu jadi miliknya dan nanti bisa dijadikan istri kelima. Setelah uang itu diberikan kepada Jalotua,maka Pitta Bargot pun tinggallah sementara di rumah orang kaya itu.



Berangkatlah si Jalotua membawa uang pinjamannya, mencari pargonsi (grup gondang sabangunan) sesuai saran anak gadisnya. Setelah pemusik gondang sudah ditemukan, dan hari pelaksanaannya ditentukan, si Jalotua pun menjumpai anak gadisnya di rumah si orang kaya memberitahu rencana tersebut. 



Pitta Bargot kemudian menjumpai si orang kaya meminta izin agar diperkenankan ikut dalam pesta gondang pada hari yang ditentukan ayahnya. Tapi Pitta Bargot juga bertanya : "Bagaimanakah sekiranya penyakitku kambuh saat pesta berlangsung, lalu aku mati di sana, apakah kami juga membayar hutang yang dipinjam damang?".

Si orang kaya menjawab : "Baiklah, kau boleh pergi menghadiri pesta itu. tapi setelah pesta selesai, kembalilah ke sini. Tentang kematian yang kau sebut, itu adalah takdir setiap manusia kalau sudah waktunya. Kalau memang kau meninggal saat pesta gondang itu, ayahmu tak perlu membayar hutang-hutangnya".



Pitta Bargot lalu menceritakan hal itu pada ayahnya. Tapi dalam hatinya sudah ada pikiran tertentu, bahwa orang kaya itu ingin memiliki menjadi istri. Pitta Bargot tidak percaya dengan ucapan orang kaya itu. Dia juga kasihan ayahnya tak sanggup membayar hutangnya setelah pesta selesai. Pitta Bargot pun martonggo (memohon) kepada Mulajadi Na Bolon agar ia dijadikan menjadi sesuatu yang nantinya bisa membebaskan ayahnya dari kesusahan. Saat itu Pitta Bargot telah merasakan bahwa keinginannya akan dikabulkan, sesuai dengan mimpinya. Berkatalah Pitta Bargot kepada ayahnya : "Amang, janganlah bersedih bila ini kukatakan. Kalau aku mati nanti di pesta gondang itu, itu adalah berkat bagi kehidupan dan kebahagiaanmu. Tapi ingatlah amang, setelah aku mati, janganlah mayatku dikubur, karena aku nanti akan berubah menjadi sebatang pohon yang tumbuh di atas tanah yang bisa amang saksikan sepanjang masa. Kalau amang membuat rumah nanti, ambillah rambutku menjadi atapnya, dan tanganku bisa dijadikan tiang-tiang dan urur. Kalau badanku, amang ambillah untuk papan lantai atau dinding. Dan kalau amang tak punya uang, pukulilah bagian mataku, agar air mataku keluar. Tampunglah airmata itu, karena nanti itu bisa dijual menjadi minuman yang disukai banyak orang".



Mendengar hal itu, ayahnya sangat sedih. Pendek cerita gondang pun diadakan di halaman rumahnya. Saat pesta sudah berlangsung dan musik gondang terdengar tiga putaran, si Pitta Bargot mendadak kesurupan. Saat gondang dibunyikan untuk ke tujuh kalinya, Pita Bargot kejang-kejang, dan tak lama kemudian kedua kakinya melesak ke dalam tanah. Yang lebih menggemparkan, sekonyong-konyong seluruh tubuhnya berubah sedikit demi sedikit menjadi sebatang pohon yang makin lama makin besar, lengkap dengan daun-daun sebagaimana halnya sebatang pohon hidup. Seluruh hadirin yang ada di pesta itu terkejut dan berhamburan kesana-kemari, karena peristiwa seperti itu belum pernah terjadi.



Sejak itu pohon itu diberi nama "bagot", yang diambil dari nama Pitta Bargot. Pohon itu berurat ke bawah, berdaun ke atas. Lama-lama tumbuh pula "mata" pohon yang disebut juga arirang. Setelah tiba saatnya Jalotua memukuli bagian mata pohon itu seperti dipesankan putrinya. Air yang keluar deras dari air mata bagot itu kemudian dinamakan tuak. Sejak itu Jalotua menjualnya kepada orang-orang sekampung, yang lama kelamaan menyebar ke berbagai penjuru. Pohon bagot itu pun beranak pinak, tumbuh di berbagai tempat, dan memberi kehidupan pula bagi orang lain.



Kemudian Jalotua pun mendirikan rumahnya. Semua perlengkapan untuk rumah tak ada yang dibeli, tapi dimanfaatkan dari pohon bagot seperti pesan Pitta bargot. Mulai dari ijuk, batang, sampai lidi menjadi benda yang bermanfaat untuk manusia.

Bahasa Batak Toba

Bahasa Batak Toba hingga kini masih merupakan alat komunikasi sehari-hari antar warga masyarakat penuturnya. Orang Batak Toba akan lebih mantap menyampaikan perasaan hatinya jika menggunakan bahasa Batak, entah itu ditujukan kepada diri sendiri atau kepada orang lain.
Dalam dialognya, mereka sering tidak menyadari kalau banyak sekali ungkapan-ungkapan yang disampaikan itu merupakan partikel fatis. Selain untuk menyatakan perasaan penuturnya, ungkapan-ungkapan fatis ini juga dipakai untuk menjalin hubungan antarpenutur dan lawan tuturnya. Jalinan komunikasi tersebut dapat berupa ucapan salam, mengakrabkan hubungan, dan dapat sebagai basa-basi pergaulan.
Di samping itu, sebagai alat komunikasi verbal, ungkapan fatis pada dasarnya lebih merupakan sebuah ekpresi kemaknaan yang hadir dalam bahasa lisan. Artinya, makna sebuah ungkapan fatis dapat dipahami secara tepat jika ungkapan fatis tersebut disampaikan secara lisan, bukan dituliskan. Dalam fungsinya sebagai alat komunikasi fatis sangat dominan digunakan.

A. Partikel ai
Partikel ai digunakan pada awal ujaran. Partikel ini.
1) mengungkapkan keragu-raguan atau ketidakpastian terhadap apa yang diungkapkan
oleh kawan bicara atau yang tersebut dalam kalimat sebelumnya, misalnya
“Ai so binoto sipata pangalaho ni begu, rajanami! ” ninna datu i mangalusi,


‘Kadang-kadang kita tidak mengerti sih sifat setan, tuan raja!’ ujar dukun itu menjawab


“Ai adong do sipata boru ni raja, na so pola mamereng hamoraon!”
‘Kadang-kadang ada juga kok putri raja yang tidak memandang kepada kekayaan’
“Ai hea do tarsonggot iba mamereng dongan jolma”
‘ Ah masak terkejut sih melihat sesama manusia’


Pembuka kalimat tanya Contoh:
a. “Ai laho tu dia hamu ?
‘Kemana sih, Pak?’
b. “Ai aha do Hasian?”
‘Ada apa sih, Sayang?’
c. “Ai apala aha huroha Lae na ringkot silangkahononmu tu Barus”
‘Ada apa sih Lae, kok penting sekali harus ke Barus?’
d. “Ai boasa songon na tarsonggot hamu Lae?”
‘Mengapa kok seperti terkejut Lae?’


Pengganti kata tanya dalam bentuk hormat
misalnya,
a. “Ai boru aha do hamu Inang ? “
‘ Marga apa sih Ibu?’
b. “Ai na boha do huroha anakta i ?, ninna amanta Siahaan i manulingkiti asa tung
takkas aha na di bagasan roha ni inanta”
” Kenapa sih rupanya anak kita itu Ibu?, tanya Pak Siahaan untuk memperjelas apa
yang ada di hati ibu itu’.
c. “Ai apala aha huroha, Lae, na ringkot silangkahononmu tu Barus?”
‘Ada apa sih gerangan yang sangat penting yang hendak Lae jalani ke Barus?’


“Ai mempunyai makna “sebab” dan ‘karena”, misalnya,
a. “… ai au pe Inang na ditonahon anakta do umbahen borhat au manjumpangi ibana asa dohot ninna au mandohoti asara wisudana i”.
‘… aku juga karena dipesan anak kita kok berangkat untuk menemui dia supaya turut menghadiri acara wisudanya’.
b. “Alai nang pe sangon i, ndang dung dope adong pangisi ni Lobu Sotartaban na mate dibahen babiat; ai tuk do tutu panganonna di tombak i, i ma angka aili, ursa dohot angka na asing i”
‘Namun walaupun demikian, belum pernah ada satu orang pun penghuni Lobu Sotartaban itu yang mati oleh harimau, karena, makanannya cukup banyak kok tersedia di hutan itu, yaitu babi hutan, rusa dan yang lainnya’


======================================================================


B. Partikel E
Partikel E ini digunakan pada awal dan tengah ujaran.
untuk menarik perhatian
a. Supaya dapat menerima kenyataan, misalnya,
“E borunghu, ba dia ma sidokhonon nunga songon i partubuan ni daging dibahen Ompunta Mula Jadi Na Bolon sitaonon di”
‘Yah, begitulah putriku, kita tidak dapat melawan takdir yang sudah ditetapkan oleh
Ompu Mula Jadi Nabolon, kita harus menerimanya’.
“E, ima da, Anggia”
‘Yah, begitulah Dek’


b. supaya tidak dipaksa untuk melakukan sesuatu, misalnya,
“E, boru Tumbaga borungku, sai dijujui ho ahu, ito, tu pangolian nunga tangkas songon na binerengmu, ia uban nunga saksak di simanjunjung, pamerengan nunga lam tu hurangna, boru ni ise be, ito, na olo tu ahu, nunga roha nama disi”
‘Yah, putriku Tumbaga, putriku, kamu selalu mengingatkanku, ayahmu, untuk menikah lagi padahal sudah jelas kamu lihat rambut di kepalaku sudah semua menjadi uban, penglihatanku pun sudah berkurang, Putri siapa lagi sih yang mau kepadaku, yah sudah deh biarkan saja begitu’


c. mengingatkan karena ada sesuatu hal yang aneh, misalnya,
‘Mabiar, mabiar? E, songon na adong do tarbereng ahu disi opat matana bollangbollang, ganjang-ganjang, obukna”
‘Takut, takut, yah, sepertinya di situ terlihatku ada empat mata yang melototlotot, rambutnya panjang-panjang’


d. supaya dikasihani, misalnya,
“E, da rajanami tung asi nirohamu ma, rajanami, mamereng hami na dua”
‘Yah tuan raja, kami hanya memohon belas kasihan raja pada kami berdua’


Untuk memanggil seseorang hendak
a. mengingatkan supaya tahu bersopan santun
“E Damang, pintor naeng lintun do hamu, ia tung hata mauliate nian ndang dokhononmu tu hami”


‘Eh Pak, kok langsung mau pulang saja, sebaiknya berpamitan dan berterima kasih dulu dong pada kami’.


b. menanyakan perihal sesuatu karena tidak puas,
“E, lapo aha do on?,”
‘Hei, warung apa sih ini?’


c. menanyakan sesuatu dalam rangka menyelidik,
“E, parlapo jot jot du ro tu lapoon parjuji ?”
‘Hei, pemilik warung, sering enggak sih pejudi-pejudi datang ke warung ini?’


Untuk mengingatkan,
a. supaya insaf atau sadar,
“E da rajanami, tung na mora pe rajanami, anggo so adong hape anakna tung so adong do lapatan ni hamoraon i, rajanami”.
‘Yah, tuan raja ternyata biar pun orang kaya, kalau tidak memiliki anak, tetap juga kok kekayaan itu tidak berarti apa-apa’.


b. tentang sesuatu yang tidak dapat disesali lagi karena sudah berlalu,
“E… Inang, gabe asido rohani / si Takkas marnida Inana namatua i naso adong sikkolana na i”.
‘Aduhai Bunda’, hati Takkas menjadi terenyuh melihat ibunya yang sudah lanjut usia dan tidak berpendidikan itu’.


c. yang berupa ancaman,
“E, hatami na dirimpu ho do siseat lomok-lomok piso on, huboan pe piso on na laho manjungkit mata ni jolma do dohot mamuntarhon butuha ni jolma asa botoonmu”.
‘Heh, ucapanmu itu, emang kamu pikir pisau ini untuk memotong anak babi, pisau ini kubawa untuk mencongkel mata manusia kok dan juga untuk mengeluarkan isi perutnya, supaya kamu tahu’.


d. dalam bentuk teguran,
“E, babami lak so di boto ho do manghatai”.
‘Eh, mulutmu kok kamu tidak tahu bicara sih’.


C. Partikel Da
Partikel da digunakan untuk
menggantikan kata tanya, misalnya
a. “Sian do ho da, anak ni Namboru?”
‘Dari mana sih pariban?’


b. “Da, ho do boru sihahaan ni aman ta”.
‘Bukankah kamu putri pertama dari Bapak?’


Menyatakan ya atau begitulah, ditaruh pada akhir kalimat, misalnya
a. “Songon on ma, Among, molo ingkon lao ma hamu unang pola laosi hamu parit ni hutanan i, da”
‘Baiklah Pak, kalau Bapak harus juga berangkat sebaiknya tidak melintasi tembok kampung itu deh ya’


b. “Olo, ito, jai lao jo ahu, ito, da!”
‘Ya nak, jadi aku pergi dulu ya!’


Awalan untuk menyatakan hormat dalam istilah kekerabatan, misalnya
a. “Sabarma Damang pabulus ma roham digonggom tondinghi do ho sarimatua”
‘ Sabar deh Nanda, luruskanlah hatimu, doaku akan senantiasa menyertaimu hingga masa tuamu’.


b. “Didia do, Damang, da parsinuan, oooiii! Taonon ma hope nian Amonghu na rapar so minum, rapar so mangan, o. o. o,. taonon ma hape nian Among na marlage-lage tano on”
‘Di manakah gerangan Ayahanda, Bapak, o0o iii!, haruskah aku mengalami lapar karena tidak minum dan lapar tidak makan, harus jugakah aku mengalami bertikarkan tanah’.


c. “Angkang boru ma disungkun Dahahang annon!” ninna si Martunas Panahatan”
‘Tanya saja deh nanti pada Kanda putri, Kanda! ujar si Martunas Panahatan’


=============================================================================


D. Partikel Ma
Partikel ma digunakan untuk
Menekankan kalimat imperaktif, dan penguat sebutan dalam kalimat
a. “Borhat ma hamu”
‘Silakan berangkat’
b. “Beta ma, anggia, nanggo apala i laba ni hita na marama”
‘Marilah dek, supaya ada buktinya bahwa kita mempunyai bapak’


Menyatakan maka dalam kalimat pasif
… gabe tarhatotong ma nasida umbegesa’
‘Maka tertegunlah mereka mendengarnya’.
Menekankan maksud, misalnya
a. “Ba, tu jabu ma hamu’
‘Mari, silakan ke rumah dulu’.
b. “Songon on do, Among, di jabu ma hamu, asa lao hami tu balian da! “
‘Begini, Bapak di rumah saja deh ya, supaya kami ke sawah ya’.


Menyatakan yang akan terjadi, misalnya
a. “Tangkoon ni halak ma annon mobilmon”
‘Dicuri orang deh nanti mobilmu itu’.
b. “Haraton ni biang ma annon sipatu on anggo peak peak di duru”
‘Sepatu ini akan digigit anjing kalau terletak di luar’.


============================================================================


E. Partikel Ba
Partikel ba digunakan untuk,
Menyatakan keheranan, misalnya
a. “Ba ai ho do i Ompu Guasa, “
‘Eh, ternyata kamu rupanya Ompung Guasa!’


b. “Ba ai hatop ma hamu, Hahang, mulak! “
‘Kok, cepat sekali sih pulangnya Kak’


sebagai partikel dalam kalimat larangan, misalnya
a. ” Unang songoni ba”
‘Jangan begitu dong’.


b. “Sotung ditadinghon ho ibana ba”.
‘Awas deh jangan sampai kamu tinggalkan dia’.


Menarik perhatian, misalnya
a. “Ba boasa pola marhoi ho anak ni namboru mangalusi ahu; adong angka na maol sihataan”.
‘Wah, kok susah-susah sih menjawab pertanyaanku Pariban, adakah hal-hal yang pelik untuk dibicarakan?’.
Menyatakan sikap mengalah, misalnya
b. “Ba, na uli”.
‘ Yah, kalau begitu, baiklah’
c. “Ba, molo halak i mangalusi ba halak i ma di si, anggo ahu ndang dohot di si”
‘Ya baiklah, kalau orang itu yang menjawab ya sudah terserah mereka, kalau aku, aku tidak ikut di situ’.


Bentuk fatis horas ini dapat digunakan dalam berbagai situasi. Ucapan salam dalam pertemuan, perjumpaan, sebagai pemberkatan atau sebagai doa. Makna yang dikandungnya antara lain, kuat, tetap teguh, keras, hidup, selamat serta sejahtera, sehat, bahagia, lahir dan batin, serta dirgahayu. Penggunaannya dapat menimbulkan suasana keakraban, kedamaian dan sekaligus harapan serta ucapan selamat bagi orang yang
disapa, sambil biasanya menyalami dengan genggaman erat tangan orang yang diucapi salam, horas, misalnya


a. “Sai horas ma raja i!”
‘Semoga raja selalu selamat sejahtera!’
b. “Horas ma hita on sude! Horas!”
“Semoga kita semua selamat! Selamat!
c. “Sinur ma na pinahan Gabe ma na niula,
“Horas-horas hita sudena “
‘Berkembangbiaklah seluruh ternak peliharaan Berhasil segala pekerjaan dan selamat sejahtera kita semua.’
Ini merupakan bentuk ucapan berkat di dalam Batak Toba.


=============================================================================


Penggunaan Atik na; Atik beha; Ating tung; Atik pe


Paduan fatis atik na, atik beha, atik tung ini digunakan umumnya di tengah ujaran.
Pemakaian paduan fatis atik bervariasi dengan atek; aik; aek. Fatis atik na bermakna ‘janganjangan’ (yang mengungkapkan keragu-raguan), atik beha; atik tung ‘kalau-kalau’, atik pe ‘ walaupun’ .


1) “Laos so mulak dope ibana ndi, atik na lilu do i”.
‘Kok dia belum pulang juga, jangan-jangan dia keliru’.


2) “Mangalompa ma hamu atik beha tibu Amanta mulak sian kantor”.
‘Masak dulu deh siapa tahu Bapak cepat pulang dari kantor’.


3) “Hatop maho borhat da atik beha ro udan, sotung gabe tarhalang annon ho ro”
‘Cepat deh berangkat siapa tahu turun hujan, nanti kamu jadi terhalang datang’.


Daga! horas-ma
Paduan fatis ini digunakan pada awal ujaran, yang maknanya menyatakan keragu-raguan, keheranan, wahai, aduh, waduh. Sedangkan fungsinya untuk mengukuhkan pembicaraan, misalnya


1) “Daga songon i ma hape hata-hata na”
‘Waduh begitulah rupanya cemohannya’


2) “Daga! Horas ma, amangboru, horas”
‘Wahai! selamat deh amang boru, selamat’


I ma da tutu
Frase fatis ini digunakan pada awal atau di tengah-tengah ujaran, yang maknanya menekankan pujian sedangkan fungsinya mengukuhkan pembicaraan, misalnya


1. “Ima da tutu! ” ninna amana i; “ndang adong tutu asingna idaon anggo di rumang parduru ……..
‘Ya juga sih!’ sahut Bapak itu; ‘dari luar tampaknya sama sekali tidak ada perbedaan….’


2. “I ma da tutu, sintong do i!” ninna datu i; dung i rap mengkel ma nasida, ai na maraleale do nasida
‘Ya begitulah, benar kok itu!” ujar dukun itu; kemudian serentak mereka tertawa, karena mereka memang bersahabat’.


3. “I ma da tutu!” ninna amana i; “ndang adong tutu asing na idaon anggo di rumang pardudu, alai ganup laho mamangke hujur pusaho on ingkon jolo hundul do iba marhaombang sila, jala tiopon ma gomos, jala simanjujung dompak jolo, dais tu hujur i, ‘Yah, benar juga sih’, ujar ayahnya itu; ‘dari luar sih tidak ada sama sekali terlihat perbedaannya’, tetapi sebelum menggunakan tombak pusaka itu kita harus lebih dulu
duduk bersila sembari memegangnya kuat-kuat dan kepala bagian depan menyentuh tombak itu.


Na uli
Frase fatis ini digunakan pada awal tengah dan akhir ujaran yang maknanya menekankan pujian yang menyatakan penghargaan atau persetujuan atas ucapan orang lain, ‘baiklah!, setuju’, sedangkan fungsinya untuk mengukuhkan pembicaraan, misalnya


1. “Na uli, Among, saonnari pe, Among, laope ahu, Among, tu huta Barus mangalapi Datu Partungkot Bosi
‘Baik deh Pak, sekarang juga aku akan pergi ke kampung Barus menjemput Dukun si tongkat besi…’


2. “Ba, na uli! “
‘Ya, baiklah!’


3. “Na uli, anggia, ba, didok rohangku tapungka ma, Martangi-tangian ma hita da, rajanami! “
‘Baiklah dek, menurutku kita mula saja pembicaraan ini. Baiklah kita saling memperhatikan dan mendengarkan Tuan Raja’.


Horas ma
Frase dengan horas ma dipergunakan untuk memulai dan mengakhiri interaksi antara pembicara dan kawan bicara sesuai dengan keperluan dan situasinya, misalnya
1. “Horas ma, Among!”
‘Salam sejahtera, Bapak’


2. “Ba, horas ma! songon na hatop ma ho Ito, ro! “
‘Yah, selamat deh, kok sepertinya kamu lebih awal datangnya ito dari biasa?’


3. “Ba, horas ma, rajanami!”
‘Selamatlah, ya tuan!’


I do
Frasa fatis ini digunakan pada awal ujaran dan tengah ujaran yang maknanya menekankan pujian dan membenarkan pernyataan, fungsinya mengulang pembicaraan, misalnya
1. “I do, i do, i do sasintongna”
‘Ya begitu, begitu, begitu deh yang sebenarnya’


2. “1 do tahe, i do, i do, toho do i!”
‘Ya begitu deh, begitu, begitu itu, benar deh begitu!’


Bahen ma nian
Frasa bahen ma nian digunakan pada awal ujaran yang maknanya menekankan pujian dan berfungsi mengukuhkan pembicaraan, misalnya


1. “Bahen ma nian, datunami, sai sahat ma”
‘Yah gitu deh Datu, semoga deh tercapai’


2. “Bahen ma nian, asalma adong allangon siganup ari”
‘Ya gitu deh, pokoknya cukup untuk makan sehari-hari’


3. “Bahen ma nian, marsiajar do pe i bana, ndang diboto do pe mangalului hepeng”
‘Yah gitu deh, dia masih belajar kok, belum pintar mencari uang’


Ba mauliate da
Frasa ba mauliate da digunakan pada awal ujaran atau akhir ujaran yang maknanya menekan rasa syukur dan terima kasih, dan fungsi meneguhkan pembicaraan, misalnya
1. … “ba mauliate da, datu nami”
‘yah terima kasihlah ya, datuk’


2. … “Ba mauliate ma da, nunga huida tutu!”ninna raja i; dung i mulak ma ibana tu jabuna.
‘Yah terima kasihlah ya, aku sungguh sudah melihatnya!’ ujar raja itu; setelah itu dia kembali ke rumahnya’


3. “Ba mauliate ma da di ho, ingot ma hatangki!” ninna ina ni pidong rungkisa i.
‘Yah terima kasih deh buat kamu ya, ingatlah pesanku itu!’ ujar induk burung rungkisa itu.


I ma tutu
Frase fatis ini digunakan pada awal atau di tengah-tengah ujaran, yang maknanya menekankan pujian, membenarkan, sedangkan fungsinya mengukuhkan pembicaraan, misalnya
1. “I ma tutu, boru Datulang! ” ninna Partiang Nabulus
‘Ya begitu deh kekasihku!’ ujar Partiang Nabulus


2. “Olo Boru ni Datulang, sai songon i ma tutu? “ninna si Partiang Nabulus; dung i mijur ma ibana tu toru, laho mandapothon angka donganna.
‘Ya kekasihku, semoga deh seperti itu!’ ujar si Partiang Nabulus, kemudian ia
beranjak turun, menjumpai teman-temannya.


3. “1 ma tutu!” ninna natorop i di bagasan las ni roha.
‘Begitu deh sebenarnya!’ ujar orang banyak itu dengan sukacita


Tutu do i nian
Klausa fatis tutu do i nian ini digunakan pada awal ujaran, yang maknanya menekankan pujian, membenarkan, sedangkan fungsinya untuk mengukuhkan pembicaraan, misalnya
1. “Tutu do i nian, alai nunga tung tamba maolna!” ninna siseanna i mangalusi.
‘Benar juga itu sih, tetapi sudah semakin sulit’, sahut muridnya menjawab.


2. “Tutu do i nian, ingkon urupan do dongan, molo di bagasan parmaraan bolon, alai olat ni na tartolapta”
‘Benar juga itu sih, kita hares menolong teman yang dalam kesulitan besar, tetapi tentu yang sesuai dengan kemampuan kita’.


3. “Tutu do i nian, alai molo dung sai disosak, ise ma tutu naso mangido naumuli, na pasonangkon roha’
‘Itu benar juga, tetapi kalau terns didesak, siapa sih yang tidak meminta yang terbaik, yang menyenangkan hati’.


I do tutu
Klausa fatis ini digunakan pada awal ujaran, yang maknanya menekankan pujian, membenarkan, menegaskan kebenaran percakapan, sedangkan fungsinya untuk mengukuhkan pembicaraan, misalnya
a. “I do tutu sagodang-godang ni dosa ni amana, na so jadi baloson ni gelengna” .
‘Benar itu, sebesar-besarnya dosa orang tua, anak-anak tidak boleh membalasnya’.


b. “7 do tutu songon juhut santanggo attar i ma i nuaeng” .
‘Yah benar itu, artinya seperti “sepotong daging” kira-kira begitulah maksudnya’.


c. “I do tutu!” ninna Nai Bagas Marhusor, huhut dipahembang ma lage na imbaru.
‘Begitu kok sebenarnya!’ ujar Ibu Bagas Marhusor, sembari membentangkan tikar yang baru.


d. “I do tutu, Lae! sintong do songon i na masa i, songon na binaritahon ni laengku datu i!” ninna si Marholo.
‘Begitu kok sebenarnya, ipar! demikian sebenarnya kejadian itu, sebagaimana yang telah diberitakan oleh iparku datu itu!’ ujar si Marholo.


=============================================================================
DAFTAR PUSTAKA
Carle, Rainer, 1990. Opera Batak das Wandertheater der Toba-Batak in Nordsumatra.
Berlin: Hamburg: Dietrich Reimer Verlag.


Cruse, Alan, 2000. Meaning in Language: An Introduction to Semantics and Pragmatics.
Oxford University Press.


Homes, Janet, 1994. An Introduction to Sosiolinguistics. London: Longman. Kaswanti, Bambang, 1984. Deiksis dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.


Keraf, Gorys, 1980. Tata Bahasa Indonesia. Ende: Nusa Indah.


Kridalaksana, Harimurti., 1985. Tata Bahasa Deskriptif Bahasa Indonesia: Sintaksis. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.


1990. Kelas Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia.


Leech, Geoffrey., 1993. Prinsip prinsip Pragmatik (terjemahan). Jakarta: Universitas Indonesia.


Lyons, John., 1995. Linguistics Semantics: An Introductions. New York Cambridge University Press.
Malinowski, B., 1923. “The Problem of Meaning in Primitive Language”. Inc. K. Ogden LA.
Richard, The Meaning of Meaning. London: Routledge & Kegan Paul. In Laver and Hutcheson (1972).
Moeliono, Anton M., dkk., 1992. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan Perum Balai Pustaka.


1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indoněsia. Jakarta: Balai Pustaka.
Sinurat, 1984. Hujur Ni Si Bagas Marhusor. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Proteksi DMCA